Previous Next

Pengabdian Masyarakat Pengurangan Stigma Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Desa Pagelaran Bogor.

Menurut penelitian WHO di beberapa Negara berkembang menunjukkan bahwa 30 – 50 % pasien yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan umum ternyata menderita gangguan kesehatan jiwa. Data terbaru dari World Health Organization (WHO), seperti yang dikutip oleh Albert Maramis (2004) menyatakan bahwa sekitar 26 juta jiwa penduduk Indonesia mengidap gangguan jiwa, dan 13,2 juta jiwa diantaranya mengalami depresi. (Maramis, 2004). Di Indonesia masalah kesehatan jiwa menunjukkan angka yang cukup besar. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mengungkapkan secara nasional data gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan adanya gejala depresi dan cemas pada penduduk usia 15 tahun atau lebih dialami oleh sebesar 6% penduduk atau 14 juta jiwa. Sementara prevalensi Gangguan Jiwa Berat (Psikosis/ Schizophrenia) dialami oleh 1,7 per mil penduduk atau setara dengan 400.000 jiwa. Proporsi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang pernah dipasung secara rata-rata angka nasional adalah 14,3%, dimana 10,7%nya di perkotaan dan 18,2% di pedesaan. Diperkirakan dari angka ini jumlah ODGJ yang dipasung lebih kurang 57.000 orang.

Data untuk penderita gangguan jiwa di Kabupaten Bogor sampai Triwulan pertama tahun 2018 adalah sebanyak 2974 kasus. Jika Kabupaten Bogor menggunakan angka estimasi Provinsi Jawa Barat dengan estimasi penderita gangguan jiwa berat 1,6‰ dari jumlah penduduk maka semestinya didapatkan angka sebanyak 5.440 kasus gangguan jiwa berat. Ini adalah merupakan tanggung jawab bersama untuk menemukan/melaporkan kasus-kasus gangguan jiwa berat ini yang mungkin masih under reported sehingga kita belum mendapatkan data yang lebih akurat. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, keberadaan stigma kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa juga menjadi permasalahan yang perlu dihadapi. Keberadaan lingkungan keluarga dan sosial masyarakat yang bisa memberikan dukungan dengan baik, memberikan harapan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa dapat pulih dan aktif ke depannya.

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Psikologi Eksperimen melakukan intervensi dalam upaya mengurangi stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa. Desa yang menjadi mitra dalam penelitian ini adalah Desa Pagelaran Kecamatan Ciomas yang terletak di Jl. Kreteg Sukamaju No. 59 Ciomas Bogor 16610 Kabupaten Bogor. Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh mahasiswa kepada sekretaris desa dan puskesmas setempat di dapatkan informasi bahwa cukup tinggi kasus di masyarakat terkait Orang Dengan Gangguan Jiwa. Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa ini beberapa kasus yang terlihat masih terjadi perilaku pemasungan maupun pengurungan di satu ruangan dan tidak diperbolehkan keluar dari ruangan tersebut.

Berdasarkan pada hasil wawancara dan observasi tersebut oleh peneliti, terdapat beberapa permasalahan yang di temukan pada Desa Pagelaran yang dipilih oleh peneliti, diantaranya:

1.    Mitra membutuhkan peneliti untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dimana bertujuan agar masyarakat dapat memperlakukan orang-orang dengan gangguan jiwa secara baik.
2.     Mitra membutuhkan pendampingan untuk memperbaiki stigma yang sudah menetap di masyarakat. 

Pada tanggal 2-5 Desember 2019 telah dilakukan pengumpulan data hingga intervensi terhadap masyarakat di wilayah Desa Pagelaran Kabupaten Bogor. Intervensi yang diberikan kepada masyarakat menggunakan desain pre-post tes satu kelompok. Masyarakat diukur terlebih dahulu kondisi stigmanya terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa menggunakan alat ukur Community Attitudes Towards Mental Illness (CAMI) dan diberikan intervensi berupa seminar terkait ODGJ serta fakta maupun mitos yang biasanya muncul berkaitan dengan ODGJ. Selain seminar, masyarakat juga diberikan Narrative Therapy yang mana masyarakat diarahkan untuk berinteraksi secara langsung dengan para ODGJ yang sudah pulih serta memberikan respon positif secara langsung saat berinteraksi. Setelah kegiatan intervensi diberikan, proses evaluasi untuk menguatkan kembali penilaian positif terhadap para ODGJ dilakukan oleh para pendamping dalam hal ini mahasiswa. Berdasarkan pada hasil post test yang diberikan setelah beberapa hari diberikan intervensi, hasil menunjukkan bahwa sikap negatif pada masyarakat menjadi berkurang. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa ini sendiri mendapatkan dukungan pendanaan hibah dari LPPM Universitas Paramadina.

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed