Dampak Pandemi terhadap SDM Perguruan Tinggi : Kiat Universitas Paramadina Mengelola SDM saat Krisis

Kali ini Redaksi DuniaHR.Com berkesempatan mewawancarai​​ secara tidak langsung melalui pesan aplikasi percakapan dengan​​ Ibu Dr. Dra. Prima Naomi, M.T. ​​ Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, terkait dampak pandemi terhadap Sumber Daya Manusia yang bekerja di perguruan tinggi swasta yang telah kami himpun dalam bentuk artikel.

Lewat​​ 6​​ (enam)​​ bulan lamanya pandemi covid 19 ini​​ hampir melanda​​ seluruh​​ negara didunia​​ tak terkecuali Indonesia,​​ mayoritas sektor​​ dan​​ industri​​ merasakan betapa hebat dan belum ada tanda tanda berakhirnya wabah ini.​​ Beliau​​ menceritakan​​ kondisi terkini SDM di dunia pendidikan tinggi swasta seperti staff pengajar, staff supporting seperti IT, Admin, Marketing dimana secara umum seperti yang​​ disampaikan​​ oleh​​ Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko, seperti yang dilansir oleh​​ Gatra.com​​ edisi​​ 30 April 2020​​ mengatakan dampak Covid-19 akan menerpa 80 persen PTS yang menyelenggarakan pendidikan tinggi di Indonesia. Saat ini sendiri secara total, terdapat 4.520 PTS di Tanah Air. Ini berarti sekitar 3.164 PTS memerlukan perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di masa pandemi ini.

Dari Hasil Rapat APTISI, disimpulkan bahwa dampak Corona pada PTS yang memiliki mahasiswa dibawah 1000, sangat signifikan. Rata-rata mahasiswanya hanya mampu membayar 50% dari total uang yang masuk. Jika semester depan berlanjut dapat dipastikan 2/3 PTS Indonesia akan terkena imbas besar tidak bisa membayar dosen dan karyawannya, bahkan tidak bisa membayar listrik, telpon dan lainnya.

Berapa persisnya orang yang bekerja di dunia pendidikan terdampak ?

Tentang SDM terdampak di dunia pendidikan, kami tidak punya data yang akurat tentang hal ini. Namun apabila diamati dari hasil diskusi dengan beberapa pengelola Perguruan Tinggi yang lain, tentu berdampak juga. Sebagian PTS melakukan pengurangan pegawai, dan sebagian yang lain melakukan pemotongan gaji, honor ataupun tunjangan

Di Universitas Paramadina, Alhamdulillah hingga saat ini kami tidak melakukan pengurangan pegawai maupun pemotongan gaji, honor dan tunjangan. Apakah karena Universitas Paramadina tidak terdampak?. Kami pun mengalami dampak yang luar biasa dari sisi penerimaan pendapatan yang berasal dari mahasiswa, yang mengalami penurunan cukup signifikan. Namun Yayasan Wakaf Paramadina dan Universitas Paramadina telah berkomiteman untuk menjaga agar SDM ​​ tetap mendapatkan haknya, sepanjang kami bisa melakukannya.​​ 

Untuk mengatasi dampak tersebut kami melakukan efisiensi anggaran di bagian lain, misalnya program-program yang memang tidak bisa kita lakukan di era pandemic ini, serta beberapa hal yang kita rencanakan namun bisa kita tunda di tahun berikutnya. Efisiensi di SDM yang kita​​ lakukan adalah mengurangi lembur, yang memang sudah tidak perlu dilakukan, karena kita sebagaian besar telah melakukan kegiatan WFH (work from home)

Informasi yang redaksi terima, Universitas Paramadina termasuk​​ lebih dahulu mengeluarkan kebijakan​​ relaksasi pembayaran uang semester dibandingkan keluarnya 3 (tiga) kebijakan dari Mendikbud, Nadiem Makariem. Apa​​ yang mendasari​​ keberanian Universitas Paramadina​​ mengeluarkan kebijakan internal tersebut ?

Benar sekali. Saat itu, tidak satupun Lembaga di negeri ini siap menghadapi situasi pandemi. Begitu pandemi ini terjadi,

Hal pertama​​ yang kami lakukan adalah rapat dan mengatur strategi agar kegiatan belajar-mengajar secara daring tetap belajar dengan baik. Kita menyiapkan dosen dan mahasiswa serta aturan - aturan yang bekenaan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kami juga harus menyiapkan bagaimana tenaga kependidikan yang mensupport semua proses kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh, bagaimana komunikasi mahasiswa dan dosen tetap berjalan dengan baik, bagaimana administrasi dan pengendalian mutu akademik tetap dapat dijalankan dengan baik, bagaimana kegiatan-kegiatan pendukung yang dilakukan oleh karyawan bisa dilakukan melalui WFH tanpa mengurangi produktivitas karyawan.​​ 

Jajaran rektorat, direktorat, pimpinan fakultas dan prodi menyiapkan itu dengan cepat, kami tidak mengenal jam kerja, kadang sampai malam, juga hari libur, kami masih mendiskusikan hal ini agar aturan-aturan dapat terbit secepatnya, agar dapat dilaksanakan semua dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik dengan baik. Tentu ada kecanggungan dan kekurangaan disana-sini saat awal, tapi secara keseluruhan menurut saya semua dapat berjalan dengan baik.​​ 

Hal kedua​​ kami membicarakan tentang keuangan Universitas. Kami sadar pasti ada mahasiswa kami yang terdampak, dan jumlahnya tidak sedikit dan ini akan mempengaruhi kemampuan membayar SPP yang merupakan sumber utama penerimaan Universitas. Dampak itu dapat secara langsung yakni mahasiswa itu sendiri, karena mahasiswa kami ada yang kelas S1 malam dan S2 yang rata-rata karyawan dan wirausaha, yang ​​ membiayai sendiri kuliahnya, dan ada yang tidak langsung yang orang tuanya terdampak pandemik ini. Sebagaimana kita ketahui, baik sektor formal maupun informal terdampak oleh situasi ini. Prinsip kami, bahwa mahasiswa harus tetap belajar, tidak boleh karena pandemik ini kemudian menjadi terkendala dalam melanjutkan belajar. Pandemic dan segala akibatnya adalah situasi yang sama-sama kita tidak pernah kehendaki bersama, diluar kekuasaan manusia. Oleh karena itu, kami berupaya sebisa mungkin membantu. Apakah ini tidak menyulitkan Universitas, menjadi semakin sulit kondisi keuangan Universitas?. Kami menyadari itu sepenuhnya, prinsip kami sepanjang bisa membantu, kami membantu sebisanya. Pada situasi ini kita sama-sama mengalami kesulitan, harus saling membantu.​​ 

Hal yang mendasari aksi ini adalah Visi Universitas :​​ “Menjadi unversitas unggulan berbasiskan etika-religius untuk mewujudkan peradaban yang luhur”. Universitas ini didirikan oleh para pendiri dengan semangat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakat, Yayasan kita​​ adalah Yayasan Wakaf ​​ dari masyarakat yang konsen tentang pendidikan dan tidak dimaksudkan untuk tujuan komersial. Disaat seperti ini, penerapan Etika-religius yang utama adalah saling membantu, tentu saja sesuai dengan bidang kami dan kapabilitas yang kami punya. ​​ Sekarang sebagian masyarakat kesulitan, dan sepanjang kita masih bisa melakukan layanan dengan baik, tentu adalah kewajiban kita untuk membantu sebisa mungkin.

Lantas bagaimana bentuk bantuan yang efektif ? Tentu saja bantuan diberikan kepada yang betul-betul terdampak. Kami membentuk tim untuk hal ini. Kami menerima pengajuan dari mahasiswa disertai data-data dan bukti, dan kemudian kami mengkonfirmasi data dan bukti yang diberikan. Misalnya untuk memastikan apakah mahasiswa, atau orang tua mahasiswa betul-betul dirumahkan, dipotong upah dan lain lain, kami menelpon pihak HRD kantor yang bersangkutan. Besaran yang kami berikanpun juga bergantung dari dampak masing-masing pemohon.

Strategi dan tantangan apa yang dihadapi bidang SDM di Universitas Paramadina ?

Kami di​​ Universitas​​ Paramadina menerapkan prinsip bahwa organisasi ini milik kita bersama, Paramadina ibarat rumah bagi orang-orang didalamnya. Kita bisa maju bersama bila kita semua bekerja dengan baik, dan mengerjakan pekerjaan masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Seluruh SDM harus memahami (bukan menghafal) visi dan misi. ​​ Tentu saja, semua itu harus ditunjang dengan Good Governonce (tata-kelola yang baik). Tata Kelola bisa dijalankan dengan baik bila ada transparasi. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kita selalu melakukan evaluasi terus menerus terhadap kinerja kita masing-masing dan membahas bagaimana memperbaikinya bersama. Tujuannya ​​ memberi pelayanan terbaik bagi seluruh civitas academika : mahasiswa, dosen, karyawan dan pemangku kepentingan lainnya.​​ 

Demikian juga, kita selalu mengkomunikasikan kinerja keuangan kita secara keseluruhan kepada pimpinan unit. Dengan demikian kita bergerak bersama untuk memperbaiki kinerja kita, kita merasakan bersama kesulitan yang sedang kita hadapi. Ketika pimpinan menyatakan kita harus melakukan efisiensi tanpa harus mengurangi pelayanan yang kita berikan, pimpinan unit langsung paham mengapa demikian dan apa yang harus dilakukan.​​ 

Bagian SDM bertugas memastikan bahwa tata Kelola untuk SDM dijalankan dengan benar, memastikan hak-hak karyawan terpenuhi dengan baik, sepanjang kewajiban karyawan dilaksanakan dengan baik. Namun kita harus juga mempunyai tata kelola untuk memastikan bahwa kewajinan karyawan dilaksanakan dengan baik. Kita selalu mengupdate tata Kelola SDM sesuai dengan tuntutan perubahan baik eksternal maupun internal sesuai dengan kemampuan organisasi. Setiap ada perubahan tata kelola SDM, kita selalu melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Kita menjelaskan mengapa harus ada perubahan dan dasar perubahan yang kita lakukan, proses kita melakukan perubahan dan apa implikasi perubahan tersebut baik bagi karyawan maupun bagi Universitas. Ini berlaku baik untuk Dosen/Tenaga pendidik maupun Staf/Tenaga Kependidikan. Dengan demikian karyawan dapat menjalankan tugasnya dengan tenang, dengan penuh tanggung jawab, dengan semangat memajukan Paramadina secara bersama-sama.

Di​​ Universitas​​ Paramadina dosen juga terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang bagaimana menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang lebih efektif melalui berbagai sumber, baik pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Universitas Paramadina, yang diadakan Kemendikbud maupun oleh pihak-pihak lain. Demikian pula dengan infrastruktur terkait dengan pembelajaran jarak jauh, Universitas melalui divisi IT dan para ​​ pakar IT di prodi IT, dengan sigap mempelajari sarana dan prasarana apa yang paling​​ feasible​​ digunakan oleh Universitas, dan kita langsung melakukan transformasi terhadap terhadap sarana dan​​ prasarana​​ yang dipilih.

Mungkinkah​​ operasional Perguruan Tinggi 100% dilakukan secara online ?

Sebetulnya sebelum terjadi pandemi sudah ada beberapa perguruan tinggi yang menjalankan program daring atau yang dikenal dengan pembelajaran jarak jauh. Namun dalam realita, orang masih lebih banyak yang memilih pembelajaran dikelas. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Teman – teman mahasiswa yang pada saat ini merasakan pembelajaran dikelas, dan kemudian harus adaptasi dengan pembelajaran daring, kalau ditanya lebih memilih yang mana ? Mungkin sebagian besar masih memilih pembelajaran di kelas. Mengapa demikian ? Menurut penelitian kepuasan belajar itu salah satunya dipengaruhi oleh interaksi yang dilakukan. Semakin banyak interaksi yang dilakukan, semakin tinggi kepuasan belajarnya. Kalau kita belajar online, interaksi itu hanya antar muka, itupun melalui layar yang datar di depan kita. Padahal ketika anda datang ke kampus, interaksi itu selain belajar dikelas, juga interaksi fisik, bercanda, bermain bersama, bersahabat, makan bersama, kadang berempati terhadap kesulitan teman sekelas., suasana itu yang membuat sebagian orang rindu belajar di kelas atau pergi ​​ kampus. Belum lagi masalah kalau dirumah, tidak bisa konsentrasi karena ada anggota keluarga yang lain, dan kewajiban di rumah yang kadang waktu nya bersamaan.

Selama pandemi, kita harus mentaati aturan yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Namun setelah pandemi, ketika pembelajaran bisa dilakukan kembali dikelas, pembelajaran 100% online itu mungkin saja, namun mungkin tidak 100% pengelola perguruan tinggi yang akan memilih hal itu. Demikian pula, mungkin tidak 100% mahasiswa atau calon mahasiswa yang masih akan memilih itu setelah perkuliahan biasa bisa dilakukan.​​ 

Masih belum kuatnya kepuasan kegiatan belajar secara online ? Pesan untuk karyawan yang saat ini berencana melanjutkan kuliah atau sedang kuliah ?

Bagi yang sedang melanjutkan perkuliahan, dan ketika Kemendikbud masih menetapkan semester satu ​​ tahun ajaran 2020/2021 tetap daring, lanjutkanlah kuliah. Jangan buang-buang waktu yang ada, karena waktu terus berjalan dan tidak akan diputar kembali. Dosen – dosen terus menerus belajar untuk meningkatkan mutu pembelajaran jarak jauh, saatnya anda juga memanfaatkan kesempatan untuk menjadi​​ pembelajar yang​​ lebih baik.​​ 

Bagi yang akan melanjutkan, tidak ada alasan untuk menunda memulai belajar. Dari sisi efektivitas pembelajaran, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kinerja belajar jarak jauh tidak lebih buruk dari kinerja pembelajaran tatap muka. Hal ini sangat bergantung pada​​ :​​ 

  • Kesiapan dan kemauan belajar mahasiswa;​​ 

  • Kesiapan dosen, dan

  • Kesiapan teknologi

Bila belajar di Universitas Paramadina, insyaAlloh no 2 dan 3 sangat siap, sekarang tergantung point pertama, yakni anda sendiri. Saran saya, jangan ditunda-tunda​​ sesulit apapun tantangannya !

 

Profil Narasumber :

Dr. Dra. Prima Naomi, M.T.

 Dra. Prima Naomi, M.T.

Dosen senior pada Program Studi Magister Manajemen Universitas Paramadina dan saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Pengelolaan Sumber Daya. Alumni dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga ini pernah mengikuti Research Skill Program in Business and Economics pada The University of Queensland, Brisbane, Australia. Selain mengajar, juga aktif menjadi tenaga ahli dan konsultan serta memberikan training pada Kementerian dan Pemerintah Daerah, serta perusahaan swasta. Beberapa kali menjadi ketua tim pada hibah penelitian dari Kemenristek Dikti, OJK dan Ford Foudation. Menjadi narasumber dan ​​ Banyak Menulis Buku dan Artikel Jurnal terkait topik Manajemen Keuangan, Manajemen Industri dan UMKM.

 

Sumber

https://duniahr.com/dampak-pandemi-terhadap-sdm-perguruan-tinggi-kiat-universitas-paramadina-mengelola-sdm-saat-krisis/ 

 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed