fbpx

LOMBA PROGRAM INTERVENSI KESEHATAN MENTAL REMAJA

Menurut WHO (2015) sehat mental diartikan sebagai kondisi individu yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, mampu menghadapi tekanan sehari-hari, dan mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya. Salah satu karakteristik individu yang sehat mental adalah mampu bekerja secara produktif dan bermanfaat sesuai dengan bidang kerjanya, keluarga, komunitas, dan di antara teman. Pada masa pandemik seperti sekarang ini, tentunya masyarakat diminta untuk tetap waspada dan lebih peduli pada kondisi diri dan lingkungan agar semakin mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada sehingga tidak mengalami stres yang berkepanjangan.

Stres yang muncul selama masa pandemi COVID-19 dapat berupa: 1) Ketakutan dan kecemasan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi, 2) Perubahan pola tidur dan/atau pola makan, 3) Sulit tidur dan konsentrasi, 4) Memperparah kondisi fisik seseorang yang memang memiliki riwayat penyakit kronis dan/atau gangguan psikologis, dan 5) Menggunakan obat-obatan (drugs) (WHO, 2019). Oleh karenanya, untuk dapat mengatasi dan juga mengantisipasinya diperlukan bantuan psikologis baik berupa edukasi secara umum maupun program intervensi secara khusus. Saat ini, sudah banyak kegiatan-kegiatan dalam ranah psikologis yang bertujuan untuk membantu masyarakat tentang bagaimana pentingnya menjaga kesehatan mental itu sendiri, dan hal ini dapat dilakukan juga dengan bekerjasama melibatkan pihak-pihak yang memang memiliki kompetensi sesuai bidangnya masing-masing, seperti psikolog, dokter, psikiater, konselor, perawat jiwa, dan tenaga kesehatan lainnya, atau juga kerjasama lintas profesi dan lintas instansi yang terarah dan menyeluruh.

Dalam kegiatan kali ini, Prodi Psikologi Paramadina mengajak siswa-siswa SMA untuk berpartisipasi membuat proposal program intervensi psikologis yang berkaitan dengan kesehatan mental remaja. Intervensi psikologis adalah program yang bersifat preventif, kuratif, dan promotif untuk membekali dan memanfaatkan kemampuan-kemampuan psikologis individu, kelompok atau organisasi dalam menyesuaikan diri dengan situasi perubahan di lingkungannya. Mengapa siswa SMA? Seperti yang sudah diketahui bahwa masa remaja adalah masa perkembangan yang dapat dikatakan memiliki tantangannya tersendiri, dimana individu sedang dalam masa pubertas, pencarian jati diri, kadang merasa kebingungan dengan kehidupannya, masalah di akademis, pertemanan, school well-being, dan lain-lain. Siswa SMA saat ini cukup kreatif dalam berpikir dan sudah cukup mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memuaskan rasa ingin tahunya, didukung juga oleh canggihnya teknologi saat ini yang mempermudah akses pencarian informasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama masa pandemi ini, isu-isu mengenai kesehatan mental merupakan satu hal yang membuat para remaja tertarik untuk mengikutinya.

Para siswa yang berkontribusi dalam kegiatan lomba ini nantinya akan diminta untuk menganalisa terlebih dahulu isu-isu kesehatan mental apa saja yang memang terjadi di sekolahnya, seperti bullying atau masalah pertemanan, body image, konsep diri, kebingungan masa depan, dan sebagainya. Mengingat selama masa pandemi sekolah juga dilakukan full day secara online dan tidak sedikit siswa/guru yang mengalami stres atau belum mampu beradaptasi dengan pola pembelajaran online ini. Permasalahan setiap siswa dan guru tentu berbeda, sehingga penanganan terhadap mereka juga perlu diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian, siswa nantinya akan membuat rancangan program intervensi psikologis dari fenomena yang terjadi di sekolahnya tersebut. Hal ini penting dilakukan sebagaimana sejalan dengan yang ditulis oleh Siswadi (2020) di laman IPK (Ikatan Psikologi Klinis) bahwa Dukungan Psikososial Kesehatan Mental (untuk siswa, keluarga, dan guru) diharapkan dapat mengatasi kendala belajar dan kesehatan mental yang mungkin dapat menjadi akibat dari pola pembelajaran yang masih kurang terbiasa dilakukan.

Program Studi Psikologi Universitas Paramadina nantinya akan bekerjasama dengan pihak-pihak tertentu untuk membantu mendampingi para siswa dalam merealisasikan program intervensi tersebut jika memang dibutuhkan. Kegiatan ini juga sebagai salah satu pengabdian masyarakat Program Studi Psikologi sebagai bentuk kontribusi positif untuk membantu pihak sekolah dalam penyelenggaraan intervensi psikologi mengenai kesehatan mental.

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Hubungi Kami

Kampus S1 & s2:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1190
F. +62-21-799-3375

E-mail: [email protected]
http://www.paramadina.ac.id 
I
G: @universitas_paramadina
FB: fb.com/paramadina

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed