Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada tanggal 21 November 2025 ditujukan kepada orang tua dan murid, mulai dari kelas 4 hingga kelas 6 SD dalam rangka mendukung peran orang tua sebagai pendamping utama anak, serta proses transisi anak sesuai kebutuhan perkembangannya selama menempuh pendidikan dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Islam An Najah yang melibatkan pada dosen program studi sarjana (S1) sebagai narasumber utama serta mahasiswa psikologi sebagai fasilitator pendukung kegiatan. Dalam kegiatan ini mengarahkan pada pemberian edukasi interaktif mengenai pentingnya memahami kebutuhan emosional anak dan memberi strategi penguatan mental sejak dini, membentuk pola asuh Islami yang mendukung perkembangan mental, emosional, dan sosial anak, serta memberikan pemahaman kepada murid mengenai sex education secara sederhana, Islami, dan sesuai usia SD. Dua dosen program studi sarjana (S1) psikologi yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Ibu Dinar Saputra, M.Psi, Psikolog dan Bapak Johan Ramadhan Nurwardana, M.A, M.T.sebagai narasumber utama dalam kegiatan.
Kegiatan yang telah dilaksanakan ini menguatkan bagaimana keberadaan seks perlu dipandang dengan persepsi terbuka sehingga meminimalkan bias yang bersifat tabu, karena pada dasarnya secara biologis manusia mempunyai kebutuhan terkait seksualitas yang harus didukung dengan wawasan luas. Selain itu, orang tua menjadi pihak yang berperan vital dalam mentransmisikan informasi mengenai edukasi seksual secara terbuka dan proporsional sesuai dengan usia anak. Hal ini disebabkan karena di jaman kemajuan teknologi modern yang semakin masif maka akses informasi jauh lebih banyak masuk, sehingga tayangan-tayangan yang tidak sesuai umur anak dan tidak sesuai dengan ajaran norma serta ajaran agama mudah sekali dikonsumsi oleh anak. Sehingga, orang tua sebagai pihak terdekat dari anak seharusnya dapat memberikan pemahaman sejak dini pada anak untuk dapat menyaring informasi yang belum sesuai dengan umurnya sembari memberikan ajaran-ajaran edukatif mengenai segala hal terkait dengan seksualitas.
Salah satu unsur penting dalam penyampaian edukasi seksual adalah pola komunikasi yang disampaikan oleh orang tua dengan terbuka dan hangat, dimana membuka komunikasi dua arah adalah hal yang baik untuk dilakukan agar anak merasa diterima opini dan sudut pandangnya, tidak hanya menjadi penerima informasi secara pasif dari orang tua. Penerimaan opini dan sudut pandang oleh orang tua pada anak mencerminkan kehangatan dalam proses komunikasi, sehingga transimisi informasi melalui komunikasi menjadi efektif dan bisa menghasilkan pemahaman secara utuh pada anak terkait proses dinamis dalam melakukan edukasi seksual.