fbpx

Menjadi Khalifah dan Hamba Allah

Oleh: M Subhi-Ibrahim*

Ingatlah ketika Tuhan Pemeliharamu berfirman kepada para malaikat,”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (Qs Al-Baqarah [2]: 30).

Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beriibadah kepada-Ku (Qs Al-Dzariyat [51]: 56).

Dalam Al-Qur'an, manusia dipandang sebagai berikut: pertama, Tuhan memilih manusia sebagai wakil-Nya (khalifah) di bumi, yang berarti bahwa Dia memberi manusia kekuatan untuk menguasai bumi, tetapi dengan syarat bahwa mereka tetap taat pada Tuhan, menjadi hamba Tuhan (‘abd Allah).

Kedua, sebagai hamba dan khalifah-Nya, manusia menjadi pasif, tunduk pada kehendak Tuhan, di satu sisi, dan aktif sebagai agen Tuhan serta melakukan kehendak Tuhan di dunia, di sisi lain.

Manusia dipilih Tuhan sebagai wakil-Nya (khalifah Allah) sekaligus hamba-Nya (‘abd Allah). Sebagai seorang hamba, manusia harus tunduk total pada Tuhan dan menerima secara sempurna semua yang dikehendaki-Nya. Sebagai wakil-Nya, manusia harus aktif di dunia untuk menjalankan kehendak Tuhan di muka bumi. Menjadi manusia seutuhnya adalah menerima dengan kepasrahan total pada apa yang berasal dari Tuhan dan memperlakukan makhluk ciptaan-Nya sebagai media perantara utama berupa karunia untuk terciptanya keteraturan.

Konsekuensi konsep hamba dan wakil Tuhan adalah bahwa derajat laki-laki dan perempuan bukan terletak pada diri mereka sendiri, tetapi dilihat dari segi kepasrahan dan kepatuhan mereka kepada Tuhan. Derajat manusia dinilai dari segi derajat pengabdiannya terhadap Tuhan. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia untuk dapat mengetahui dan menguasai alam adalah sah dengan syarat: mereka mengenali sifat teomorfis mereka dan konsisten dalam kepatuhan dan kepasrahan kepada Tuhan.

Konsep Islam tentang manusia (insan) sebagai anthropos yang mencakup laki-laki dan perempuan dapat diringkaskan sebagai perkawinan kedua kualitas tersebut dalam diri manusia. Manusia diberikan kehendak bebas. Akibatnya, manusia dapat memberontak terhadap kodrat primordialnya dan menjadi aktif melawan surga serta pasif pada kodrat rendahnya sendiri dan dunia indrawi. Dengan begitu, tak semua manusia menjadi hamba dan wakil Tuhan. Kesempurnaan mode pasif dan aktif tersebut dimiliki para nabi dan orang-orang suci. Walaupun demikian, semua manusia memiliki martabat (dignity) dan hidup mereka adalah sakral karena kodrat primordial mereka, yang mana seluruh anak turunan Adam dan Hawa mempunyainya pada kedalaman diri mereka.

Mengapa manusia harus tunduk pasrah dan patuh pada kehendak-Nya? Seluruh pandangan filosofis, teologis, dan sufistis dalam sejarah Islam bersepakat bahwa Tuhan adalah pencipta manusia. Tuhan sebagai penyebab ontologis eksistensi manusia. Karena itu, manusia memiliki utang kepada Tuhan dan hak-hak kita diturunkan sebagai pemenuhan tanggung jawab manusia terhadap-Nya dan kepatuhan pada kehendak-Nya.

Relasi manusia dengan Tuhan dimulai dari pertanyaan: apa yang Tuhan inginkan dari manusia? Berdasarkan Al-Qur'an, kita dapat menyimpulkan jawaban dari pertanyaan di atas adalah ‘ibadah (worship). ‘Ibadah berarti melayani (service). Menyembah Tuhan berarti juga melayani-Nya. Banyak tafsir dari istilah ‘ibadah, mulai dari tindakan ibadah biasa sampai mencintai dan mengetahui Tuhan.

Dalam Islam, tujuan eksistensi manusia adalah menyembah dan melayani Tuhan. Hanya dengan melaksanakan maksud dan tujuan penciptaan tersebutlah manusia menjadi manusia sepenuhnya. Sebaliknya, walaupun kita adalah “manusia” dalam diri kita, tetapi kita bukan manusia dan hidup bukan sebagai manusia yang utuh. Oleh karena itu, raison d’etre (alasan keberadaan) manusia adalah untuk menyembah Allah dan dengan demikian mewujudkan keadaan penghambaan yang sempurna, yang berarti menyadari apa arti menjadi manusia sepenuhnya. Wa Allahu a’lam bi al-shawab.

*Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Jakarta

Sumber:

https://www.beritasatu.com/ramadan/767771/menjadi-khalifah-dan-hamba-allah

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Hubungi Kami

Kampus S1 & s2:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1190
F. +62-21-799-3375

E-mail: [email protected]
http://www.paramadina.ac.id 
I
G: @universitas_paramadina
FB: fb.com/paramadina

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed