Covid-19: Menuliskan Sejarah Kemanusiaan Indonesia Baru

Pada tahun 1918, dunia diserang pandemi virus. Sejarah mencatat 1,5 juta orang meninggal di Hindia Belanda atau Indonesia saat ini.  Sejarah menantang ulang catatan kemanusiaan 102 tahun kemudian, ketika  pandemi Covid-19 menyerang.  Melalui ilmu pengetahuan, para ahli telah berprediksi bahwa 21,5 - 50 juta manusia terancam meninggal termasuk manusia Indonesia. Per 30 Maret 2020, Indonesia telah mencatat 122 kematian dari total 1.414 yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Dunia terus berlomba "membeli waktu" untuk menekan angka statistik kematian dari penyebaran yang terus eksponsional ketika para ahli berupaya mencari obat. Di DKI Jakarta, dari hasil rapid test 10.338 orang hanya tercatat 121 positif Covid-19. Ada suara bahwa angka ini sangat rendah sekali atau hanya 1.2 %. 

Apa manusia Indonesia saat ini tahu tentang nama dan kisah 1,5 juta kakek-nenek buyut yang meninggal akibat pandemi virus tahun 1918?  Apa yang sekiranya yang akan diingat anak-anak Indonesia di tahun 2122 (siklus sejarah 102 tahun) tentang korban meninggal Covid-19 ini? Bayangkan jika dalam angka 1,2% itu adalah ibu, ayah, saudara atau anak kita, apakah kita masih bisa tenang bahkan tertawa gembira dengan genderang suara  bahwa COVID 19 tidaklah seram sehingga aktifitas sehari-hari bisa berjalan seperti business as usual? 

Kemana hilangnya makna perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan yang dimaknai dalam amanat konstitusi UUD'45 tentang tugas negara dalam melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia? Apakah sejarah Indonesia hanya akan kembali mencatat korban pandemi Covid-19 hanya sebagai deratan angka statistik? Manusia Indonesia yang kembali melupakan kisah nenek moyangnya di tengah kemajuan ilmu pengetahuan? 

Padahal dalam setiap angka itu, ada nyawa manusia, ada sebuah kehidupan. Hilangnya satu nyawa, sama halnya dengan hilangnya kehidupan. Saatnya, kita bersama-sama menuliskan sejarah kemanusiaan Indonesia baru dengan menjaga satu nyawa yang kita miliki untuk menjaga kehidupan.

 

#MatiSatuMatiKehidupan

#OneIsTooMany

#HIParamadina

#JagaSatuJagaKehidupan

 #JagaJarak

#DiRumahAja

#SatuHati

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed