Program studi Psikologi Paramadina mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir pada kuliah umum "Mengembangkan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus Dengan Pendidikan Inklusi" yang akan diselenggarakan pada:

 

Rabu, 24April 2018

Pukul 08.30-12.00 WIB

Tempat :

Auditorium Nurchollis Madjid

Jl. Gatot Subroto Kav. 97, Mampang Prapatan, Jakarta

 

Konfirmasi kehadiran & Info:

Email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Telepon: 021-79181188 ext.225

WA: 0852 2035 7108

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya adalah bahan kimia, baik sintetik maupun organik yang merusak kerja saraf. Pengertian narkoba oleh Kementerian Kesehatan diartikan sebagai NAPZA. Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

Menurut Rachim (Afiatin, 2008: 9, dalam Anggreni, 2015) ancaman penyalahgunaan narkoba bersifat multi dimensional meliputi, kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan, kemanan dan penegakan hukum. Di lihat dari dimensi kesehatan, penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan dan merusak kesehatan manusia, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani. Di lihat dari dimensi ekonomi memerlukan biaya besar. Di lihat dari dimensi sosial dan pendidikan dapat menyebabkan perubahan ke arah perilaku asusila dan anti sosial. Sedangkan dari dimensi keamanan dan penegakan hukum dapat mendorong terjadinya tindakan-tindakan yang mengganggu masyarakat dan pelanggaran hukum lainnya.

Narkoba dapat menyebabkan ketagihan, gangguan pada bagian saraf atau mampu tidak sadarkan diri. Pengertian Narkotika secara umum adalah obat-obatan yang mampu membius. Dengan kata lain, narkotika adalah obat-obatan yang mampu menggangu sistem kerja saraf tubuh untuk tidak merasakan sakit atau rangsangan. Narkotika pada awalnya ada tiga yang terbuat dari bahan organic, yaitu Candu (Papaper Somniferum), kokain (Erythroxyion coca) dan ganja (Cannabis sativa). Sekarang narkoba jenis narkotika adalah Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu, Codein, Methadone (MTD), LSD, PC, mescalin, barbiturat, demerol, petidin, dan lainnya (Partodiharjo, 2000: 11).Negara melarang narkoba. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, menyatakan :
    Pasal 45 : Pecandu narkotika wajib menjalani pengobatan dan/atau perawatan.
    Pasal 36 : Orang tua atau wali pecandu yang belum cukup umur bila sengaja tidak        
  melaporkan diancam kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak satu juta
  rupiah.
    Pasal 78 ayat (a) dan 1 (b) : barang siapa tanpa hak dan melawan hukum menanam,
  memelihara, mempunyai dalam persediaan, memiliki, menyimpan atau menguasai narkotika
  golongan I dalam bentuk tanaman atau bukan tanaman, dipidana penjara paling lama 10
  (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah).
    Pasal 81 ayat 1 (a) : membawa, mengirim, mengangkut atau mentransit narkotika golongan I dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 750.000.000,- (Tujuh ratus lima puluh juta rupiah)
    Pasal 88 : Pecandu narkotika yang telah dewasa sengaja tidak melapor diancam kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak dua juta rupiah, sedang bagi keluarganya paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak satu juta rupiah.

Maraknya penggunaan narkoba menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan sehingga perlu adanya upaya mengedukasi para generasi muda yang rentan terkena masalah ini untuk bisa mengantisipasi kemungkinan terjerat narkoba. Mata kuliah Psikologi Adiksi yang diampu oleh dosen Program Studi Psikologi yaitu ibu Tia Rahmania, M.Psi, Psikolog dalam upaya memperkuat pengetahuan kepada para mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini berupaya menunjukkan fakta dan kondisi riil tentang bahaya narkoba dalam bentuk kunjungan ke Griya Anti Narkoba, di Jl. Mandor Hasan No.45. Ceger, Cipayung, Jakarta Timur pada hari Senin, 16 April 2018. Dalam kegiatan ini mahasiswa akan mendapat penjelasan dan mengetahui lebih jauh secara detil berbagai bukti bahaya narkoba dan mewawancarai mantan pengguna narkoba sehingga mendapat kesaksian langsung dari mereka.

Kuliah Umum Peranan Psikologi Dalam Era Digital dan Teknologi yang merupakan kegiatan kerjasama antara Program Studi Psikologi dan Ikatan Alumni Psikologi Paramadina (ALUPSIPA) yang dibawakan oleh Narasumber yaitu Ahmad Saufani S.Psi, sebagai alumni Program Studi Psikologi pada hari Senin, 16 Maret 2018 mengarahkan pada peranan keilmuan psikologi secara terapan dalam dunia digital dan teknologi khususnya pada area start up. Secara ringkas pemaparan materi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Kemunculan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga aplikasi chatting seperti LINE, Whatsapp hingga Telegram seolah menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia untuk rela terkoneksi dengan internet agar dapat mengakses fitur-fitur media sosial dan aplikasi chatting tersebut. Seolah dunia berada dalam satu genggaman. Karena beragam informasi tersedia dengan begitu cepat dan mudah diakses serta dapat terkoneksi satu dengan lainnya tanpa menghiraukan jarak dan waktu. Celah seperti inilah yang akhirnya dimanfaatkan para inovator untuk memberikan apa yang pengguna butuhkan. Sehingga wajar saja di saat ini telah banyak muncul inovasi-inovasi baru yang berdasarkan pada istilah “startup”. Meskipun semua bermula dari Amerika Serikat dengan Silicon Valley-nya hingga memunculkan inovasi-inovasi yang kini telah menjadi raksasa teknologi seperti Google, Facebook, Amazon hingga, tetapi tren positif tersebut dengan begitu cepat menular ke Asia termasuk Indonesia. Maka tak mengherankan jika Indonesia kini menjadi salah satu negara di Asia yang menjadi target para investor untuk mengembangkan inovasi akan peluang yang ada.

Benar saja di Indonesia kini telah ada empat unicorn yang dalam dunia “startup” merupakan sebuah “gelar” yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi lebih dari $1 miliar. Artinya bahwa startup tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk “gulung tikar”. Keempat unicorn tersebut adalah Go Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Lihat saja Go Jek, startup on-deman di bidang transportasi ini kini telah menjadi raksasa di negara sendiri dan sedang dalam proses pengembangan bisnis ke luar Indonesia. Begitupun dengan Tokopedia dan Bukalapak. Startup e-commerce ini dapat bertahan ditengah maraknya kemunculan e-commerce tanah air maupun luar negeri. Termasuk Traveloka yang mampu menjadi pemimpin dalam bidang travel di tanah air maupun beberapa negara di Asia Tenggara.

Lantas apa yang menjadikan Go Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak menjadi sebesar sekarang dan dilirik oleh banyak investor melalui inovasi yang mereka tawarkan?
Sebagai contoh Go Jek. Ditengah buruknya kualitas dan pelayanan transportasi umum di Jakarta serta semakin identiknya Jakarta dengan situasi kemacetan, Go Jek hadir dengan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memberikan layanan antar jemput penumpang dengan biaya yang terjangkau dan efisiensi waktu ditengah kemacetan. Begitupun Tokopedia dan Bukalapak, yang menjadikan diri mereka sebagai “Mall” online sehingga mempertemukan penjual dan pembeli di dalam satu platform. Ide sederhana yang memberikan dampak begitu besar bagi para pengguna termasuk penjual ataupun pembeli. Traveloka pun memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk keperluan travel mulai dari tiket, hotel hingga kebutuhan-kebutuhan travel lainnya.

Sisi positif yang bisa diambil adalah, keempat unicorn tersebut mampu memahami apa yang dibutuhkan pengguna. Bukan tentang seberapa hebat inovasi yang akan dihasilkan, tetapi seberapa mampu memberikan solusi atas masalah yang ada. Tentu saja dengan memahami apa yang dibutuhkan pelanggan. Tapi lebih umum lagi, Mengapa startup startup bisa berhasil? Jawabannya ada pada User Experience. Seperti yang diungkapkan Monika Halim (VP Design Go Jek) pada acara 1000 Startup Digital Jakarta beberapa waktu lalu bahwa User Experience menjadi kunci keberhasilan suatu startup. Termasuk Go Jek. Kemudian Monica melanjutkan dengan ceritanya tentang Remot TV yang dari dulu sampai sekarang Tombolnya Banyak Banget tapi yang dipake cuman Tombol Volume atas bawah dan Tombol Pindah Channel. Poinnya adalah kadang-kadang kita terlalu asik sendiri sama apa yang kita pikirin, intinya sebenarnya apapun yang mau kita bikin itu sebenarnya asumsi. Monica punya cerita dimana ia pernah tergabung dalam Startup dibidang Jasa Rental Mobil On Demand (dengan nama Tremm) satu tahun lalu, ketika itu ia yakin (baca:terlalu berasumsi) bahwa Tremm bakal sukses besar tapi ketika meeting dengan beberapa VC (Venture Capital) mereka keluar dengan muka muram bahkan salah satu Investment Manager di suatu VC sempat bilang ke mereka “Kalian bikin yang kayak BIGO aja baru kita mau invest, jasa on-demand masih belum bisa diterapkan di Indonesia”. Monika melanjutkan bahwa ketika mereka membuat Startup biasanya terlalu banyak berasumsi dari ide, mau bikin ini mau bikin itu. Monika menambahkan bahwa mereka mau membuat solusi untuk orang lain tapi bahkan tidak berusaha mengenal orang lain tersebut dan harus tahu apasih yang mereka butuhkan.

Kalau tidak berhasil bukan berarti itu ide yang buruk bisa saja harusnya dikemas dengan cara yang lain dengan monika memberi contoh Apple (dengan menunjukan versi awal Apple Computer versi awal di Slidenya). “Kenapa ada folder, kenapa ada bentuknya trash, karena kebiasaan sebelum-sebelumnya orang kalau kerja di kantorkan mereka bener bener memakai Folder jadi ada rasanya ketika pengguna menggunakan maka yang ada di pikiran mereka. Ooo.. ini Folder yang biasa gua pake, tanpa harus dijelaskan Folder buat menyimpan File begitu juga dengan tempat sampah. Contoh lain tampilan Kalkulator yang mirip dengan kalkulator aslinya sampai ada bayangan bayangannya.”

Penjelasan dari Monika di atas adalah Startup bisa berhasil jika mampu memahami siapa sih penggunanya, apa yang dibutuhkan untuk memeberikan solusi bagi pengguna.
Dalam User Experience, ada beberapa hal yang menjadi poin penting:
a.    Fokus pada user. Who are they? What do they need? What is their problem? How can we solve the problem? Selalu lihat masalah dari kacamata pengguna, dan tawarkan apa yang terbaik buat mereka. Cara paling gampang, tanya dan dapetin feedback dari user. Disini ilmu psikologi berperan, bagaimana melakukan probing, mendengar orang lain serta memiliki objektivitas dari apa yang disampaikan oleh user. Apalagi konsep emphaty sangat dibutuhkan dalam poin ini.
b.    Kemampuan melihat dan menyelesaikan satu masalah dari berbagai sisi. UX is not all about design, but also text, program, code, and the whole nine yards. Ketika kita diberikan satu masalah, gimana menyatukan dan mengkompromikan semua faktor yang ada, sehingga menjadi sebuah solusi yang komprehensif. Makanya, punya tim yang kompak dan solid itu penting, sehingga ada yang bantu kita untuk cari ide dan mikir pemecahan masalahnya, biar ngga pusing sendiri!
c.    Rely on data. Start from research. Ketika sesuatu dimulai dari data, kita ngga akan berasumsi. Kalau ragu-ragu, cek lagi datanya, bener ngga sih? Ketika kita tidak berasumsi, maka diharapkan hasilnya akan akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Ilmu Psikologi juga memiliki peranan dalam hal ini. Sebagai bidang ilmu yang memiliki landasan metode penelitian yang kuat, para lulusan psikologi mampu melaksanakan penelitian yang hanya sebatas deskriptif statistic saja.
d.    Keeping things simple. Jangan sampai kita hanya sok-sokan mau bikin sesuatu agar kelihatan keren, padahal tidak ada gunanya, atau yang lebih parah, bikin jadi super ribet. Ini bukan soal pamer skill ngoding, tapi gimana menempatkan keahlian kita untuk efektivitas dan efisiensi. Keterkaitan dengan poin pertama, setelah memahami apa yang dibutuhkan pengguna, selajutnya mengimplementasikan ke dalam produk. Hasil research yang ditemukan (poin 3) bahwa pengguna tidak menyukai proses yang ribet dan panjang ketika mengakses atau menggunakan suatu produk baik berupa aplikasi, website ataupun produk lainnya. Mereka hanya membutuhkan kemudahan dan kesederhaan.

Penerapan ilmu Psikologi juga sebenarnya tidak hanya terbatas pada ranah user experience saja. Apalagi saat ini sedang terjadi disruptive teknologi yaitu Revolusi Industri 4.0 yang berusaha menggabungkan perangkat lunak dengan perangkat keras dan sebenarnya fokus pada objek fisik. Tetapi revolusi ini membawa tren tersendiri dalam perkembangannya dan tentu saja memiliki peluang besar bagi ilmu psikologi. Augmented Reality (AR)/Virtual Reality (VR), Human Machine Interface, Artificial Intelligence, IoT menjadi tren dalam revolusi industri 4.0 ini. Dimana tren-tren tersebut dalam prosesnya tetap membutuhkan user experience agar dapat diterima oleh pengguna.

Exit Course Program merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh program studi yang berorientasi dalam penambahan dan penguatan kompetensi para lulusan program studi melalui sebuah program pelatihan yang disesuaikan dengan tuntutan pasar saat ini maupun yang akan datang. Hal ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai program studi yaitu "MENGHASILKAN LULUSAN YANG MEMILIKI PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN DALAM BIDANG ILMU PSIKOLOGI DENGAN KETAJAMAN NALAR DAN ANALISIS YANG MATANG DALAM MENGKAJI PERILAKU MANUSIA, BERJIWA PEMIMPIN DAN BERAKHLAK MULIA, MEMILIKI ETIKA PROFESIONAL, SERTA BERDAYA SAING TINGGI". Dalam kegiatan Exit Course Program yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 April 2018, Program Studi Psikologi melakukan inovasi dengan melibatkan organisasi Ikatan Alumni Psikologi Paramadina (ALUPSIPA) dalam penyelenggaraannya. Dalam hal ini, narasumber yang memberikan pelatihan ini adalah para alumni Program Studi Psikologi sebagai perwakilan dari organisasi ALUPSIPA. Para narasumber yang terlibat yaitu Arman Widyastama Soewandar, S.Psi. (Assistant Manager - Multinational Account Services AIG) dengan materi Business Model Generation; Ekqy Zach Bidin Syaeful Mamma, M.Psi. (Deputy Personel Manager LSPR) dengan materi Personality in Communication; Aditya Raja Manggala , M.Psi.T. (Analisis Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan) dengan materi Tantangan Psikologiner; serta Agung Budi Dopo, S.Psi. (HR Generalist Supervisor HERO) dengan materi Kiat Membuat CV dan Menghadapi Interview Dalam Dunia Kerja.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan Exit Course Program ini tidak terlepas dari upaya Program Studi untuk bisa membangun sebuah kerjasama serta hubungan yang baik dengan para alumni melalui organisasi Ikatan Alumni Psikologi Paramadina. Selain hal tersebut, semenjak berdirinya Program Studi Psikologi pada tahun 2000 telah banyak menelurkan para alumni yang berkecimpung di dunia karir dengan memiliki posisi-posisi penting saat ini. Dengan situasi tersebut, maka keterlibatan alumni menjadi hal yang tepat untuk bisa memberikan penguatan kompetensi bagi para lulusan program studi agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini maupuan yang akan datang.

 

 

Program studi Psikologi Paramadina mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir pada kuliah umum "User Experience dan Interaksi Manusia: Peranan Psikologi dalam Era Digital dan Teknologi" yang akan diselenggarakan pada:

Rabu, 16 April 2018

Pukul 09.00-12.00 WIB

Tempat :

Auditorium Nurchollis Madjid

Jl. Gatot Subroto Kav. 97, Mampang Prapatan, Jakarta

 

Konfirmasi kehadiran & Info:

Email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Telepon: 021-79181188 ext.225

WA: 0852 2035 7108

 

  1. EXIT COURSE PROGRAM: STRATEGI MENGHADAPI DUNIA KERJA
  2. KULIAH UMUM “THERAPLAY INTRODUCTION: PENGENALAN THERAPLAY UNTUK MENGUATKAN HUBUNGAN ANTARA ORANGTUA DAN ANAK"
  3. WORKSHOP ONLINE INSTRUMENT DEVELOPMENT FOR RECRUITMENT AND SELECTION (How to create tailor made online recruitment and selection tools)
  4. Kuliah Tamu Layanan Pendidikan Inklusi Untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
  5. Call for papers INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi
  6. Pelatihan Statistika Dasar dan Lanjutan
  7. Simulasi Kelas Peer Counseling
  8. Kelas Pengembangan Diri
  9. Rapat Persiapan Temu Ilmiah Nasional I Asosiasi Psikologi Positif Indonesia
  10. Kegiatan Pengabdian Masyarakat “Pembekalan Memasuki Dunia Kerja/Kuliah Setelah Lulus SMA/SMK”
  11. Kuliah tamu Psikologi Perkembangan “KESEHATAN REPORODUKSI DAN SEKSUALITAS LANJUT USIA”
  12. Bersatu dan Berkarya Membangun Ikatan Alumni Yang Solid dan Aktif
  13. Kuliah Tamu “Kesetaraan Jender di Tempat Kerja: Persoalan dan Upaya Penanganan”
  14. Kuliah Tamu Psikologi Industri “Current Issues of Consumer Behavior”
  15. Psycho Fun 2017: Bersama Dalam Satu Rasa
  16. PENGABDIAN MASYARAKAT MAHASISWA “MENGENALI TUBUH MELALUI PENDIDIKAN SEKSUAL BAGI ANAK”
  17. Trainshop Personal Enterprise Plan (PEP) Batch 8 dan Talent Assessment
  18. Pengangkatan Pejabat Struktural Baru Universitas Paramadina dan Program Studi Psikologi
  19. DIALOG PSIKOLOGI NUSANTARA: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL "MENANGGAPI GAGASAN PRESIDEN TENTANG PENDIRIAN FAKULTAS MEDIA SOSIAL"
  20. PERANAN PSIKOLOGI DALAM ORGANISASI KEPOLISIAN INDONESIA: SEBUAH KAJIAN PRAKTIS

Subcategories

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed