Stres didefinisikan sebagai tuntutan yang melebihi kemampuan dan dianggap membahayakan kesejahteraan diri. Keberadaan strees ini juga menjadi ancaman tersendiri bagi siswa SMA. Siswa SMA yang masih tergolong pada usia remaja memiliki pola emosi yang belum matang sehingga rentan mengalami stress. Stress yang terjadi pada tersebut dapat mengakibatkan munculnya emosi yang negatif, misalnya kecemasan atau depresi. Selain mempengaruhi emosi, stress juga bisa menyebabkan physical illnesses, baik ringan maupun berat.

Beberapa stimulus yang dapat memunculkan stress pada siswa SMA di Jakarta berupa Kemacetan untuk bisa sampai di sekolah, tuntutan tugas akademik yang tinggi, paparan kondisi sosial Jakarta sendiri yang bervariasi, masalah di dalam keluarga siswa, ruang gerak beraktivitas yang terbatas karena makin mahalnya lahan di Jakarta, polusi udara hingga suara yang dirasakan oleh para siswa merupakan sumber stress yang dapat menghilangkan motivasi berprestasi siswa di Jakarta. Hal ini perlu mendapatkan perhatian oleh para guru BK karena pada kondisi sekarang siswa lebih lama berada disekolah atau tempat les dibandingkan dirumah. Peran guru-guru saat ini tidak bisa lagi sekedar mengajar tetapi juga menjadi orang tua di sekolah dan menjadi penengah permasalahan anak dan orang tua. Secara khusus guru BK diharapkan peranannya untuk membantu para siswa bisa mengatasi stress yang dialami sehingga mereka dapat menghasilkan prestasi yang optimal baik dalam segi akademis maupun non akademisnya. Oleh karenanya, perlu bagi guru BK untuk bisa mendeteksi kondisi stress yang dialami siswa serta bagaimana metode intervensi yang bisa dipilih oleh guru BK untuk membantu siswanya.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Program Studi Psikologi Universitas Paramadina dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling bekerjasama dengan mengadakan workshop satu hari kepada seluruh guru BK di wilayah DKI dengan tema “Manajemen Stress dan Pemberian Konseling Kelompok Sebagai Intervensi Bagi Masalah Siswa”. Kegiatan workshop ini diselenggarakan pada hari rabu, tanggal 13 Desember 2016 di Auditorium Nurcholis Madjid Universitas Paramadina. Para dosen Program Studi Psikologi Universitas Paramadina dalam hal ini menjadi narasumber dalam workshop tersebut yaitu Ibu Dwita Priyanti yang memberikan sesi mengenai stress manajemen dan ibu Dr. Fatchiah E. Kertamuda yang memberikan sesi mengenai konseling kelompok sebagai intervensi pada siswa. Acara workshop ini dihadiri kurang lebih 150 guru BK yang ada di wilayah DKI Jakarta.

 

Ibu DR. Fatchiah E. Kertamuda memberikan materi tentang konseling kelompok

Ibu Dwita Priyanti, M.Psi, Psikolog memberikan materi tentang manajemen stress

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai upaya perbaikan terus menerus dalam pengelolaan program studi psikologi, program kegiatan tracer study tahun 2016 mulai dilaksanakan. Tracer study merupakan studi mengenai rekam jejak alumni setelah lulus dari perguruan tinggi. Program studi psikologi Universitas Paramadina akan melaksanakan tracer study pada tanggal 18 Desember – 18 Januari 2017.  Dalam pelaksanaan tracer study tahun 2016 ini diharapkan keterlibatan para alumni yang lulus di tahun 2014. Keterlibatan para alumni dalam tracer study ini dapat dilaksanakan dengan melakukan pengisian kuisioner online pada bagian testimony alumni maupun di:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeU6pH_v3BC5U2iS_48Ml-UqYEEZSZETz4p8cwkJmXqKFhfbw/viewform.

“Infokan Keberadaan Anda Kepada Program Studi Psikologi Melalui Program Tracer Study”.

 

 

Yudisium merupakan salah satu proses akademik yang harus dilaksanakan terkait dengan penetapan keputusan kelulusan akhir mahasiswa selama melaksanakan proses studi dalam jangka waktu tertentu. Program Studi Psikologi Paramadina dalam hal ini telah melakukan kegiatan yudisium secara rutin dalam setiap semester menjelang pelaksanaan wisuda di universitas. Dalam pelaksanaan kegiatan yudisium pada tanggal 21 Oktober 2016 telah dikukuhkan kelulusan 9 mahasiswa dalam menempuh studinya selama di program studi psikologi. Dalam pelaksanaan yudisium kali ini selain penetapan kelulusan 9 mahasiswa tersebut, program studi juga memberikan pengumuman mengenai IPK tertinggi dan skripsi terbaik yang didapatkan oleh mahasiswa atas nama Ade Irmayanti angkatan 2012. Ade Irmayanti dalam hal ini mendapatkan IPK 3,82 dengan masa studi 4 tahun 1 bulan dan mendapatkan nilai skripsi A-.


Selain adanya penetapan kelulusan tersebut, kegiatan yudisium program studi psikologi juga diisi dengan adanya sesi sharing alumni yang dalam hal ini diwakili oleh ketua Persatuan Alumni Psikologi (PAPSI) yaitu Ahmad Romadhoni Mubarak S.Psi yang memaparkan keberadaan PAPSI serta dua alumni lain yaitu Hafil Fauzi S.Psi (Recruitment Office PT. Arya Noble) dan Agung Budi Dopo S.Psi (Talent Acquisition PT. Arya Noble) yang berbagi mengenai gambaran maupun tips dan trik dalam dunia kerja di bidang Human and Resources. Keterlibatan alumni dalam kegiatan yudisium ini menekankan pada salah satu upaya lain dari program studi psikologi memberikan yang terbaik bagi para lulusannya agar dapat bersiap diri menghadapi dunia kerja yang ada. Dalam kegiatan yudisium ini program studi psikologi juga mengharapkan para lulusannya dapat berkembang dan berperan dengan baik di masyarakat sesuai dengan visi dan misi yang dibangun.