Kegiatan kuliah umum yang merupakan rangkaian kedua dari kegiatan Pekan Ilmiah Psikologi 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2018. Dalam kuliah ini narasumber utama yang memberikan materi yaitu Maharani Octy Ningsih, M.Psi, Psikolog, C.Ht. Dalam kuliah umum tersebut, narasumber memaparkan secara menyeluruh bagaimana hipnoterapi sebagai salah satu pendekatan terapi yang seringkali digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah psikologis. Hipnoterapi yang dianggap mampu memberikan efek yang dianggap baik dan mudah dilakukan menjadi salah satu alasan mengapa pemilihan terapi tersebut menjadi bentuk terapi yang direkomendasikan. Dalam paparannya yang lain, narasumber menjelaskan bagaimana perbedaan antara sebuah hypnosis dan hypnoterapy itu sendiri yang mana titik penekanannya berada pada tujuan penggunaan yang lebih bermanfaat untuk peningkatan maupun menyelesaikan masalah psikologis yang diderita oleh individu. Peran ketidaksadaran sebagai entitas utama ketika membahasa tentang hypnosis juga menjadi pembahasan yang ditelaah lebih jauh dalam kuliah umum.

Di dalam kuliah umum tersebut, narasumber juga menjelaskan bagaimana efektivitas dari pelaksanaan hypnoterapi ini tidak terlepas dari sejauh mana klien dapat percaya pada terapis serta bersedia untuk mengikuti dan meyakini bahwa hypnoterapi merupakan intervensi yang bisa membantu dirinya. Jika kondisi tersebut belum mampu dibangun dalam diri klien maka hypnoterapi tidak mampu menjadi sebuah intervensi yang bermanfaat dalam upayanya membantu dalam terapi permasalahan psikologis yang dialami oleh klien. Beberapa permasalahan psikologis yang bisa ditangani melalui terapi hypnoterapi ini juga dijelaskan oleh narasumber berdasarkan pada pengalamannya menangai sejumlah klien seperti permasalahan paranoid, peningkatan kepercayaan diri, mereduksi stres serta beberapa permasalahan psikologis lainnya. Narasumber sendiri juga memaparkan bagaimana langkah-langkah yang harus dilaksanakan ketika hypnoterapi harus dilaksanakan pada saat sesi terapi yang diberikan kepada seorang klien.

Selain menjelaskan hynoterapi sebagai sebuah intervensi yang diberikan oleh klien, narasumber juga memaparkan bagaimana self hynosis sebagai salah satu terapi yang bisa dilakukan oleh diri sendiri dalam upayanya mereduksi stres maupun menguatkan pemikiran positif dalam ranah ketidaksadaran individu. Langkah-langkah dalam melakukan self hypnosis sendiri diberikan dengan tahapan yang jelas dan dilakukan sebuah praktik langsung dengan melibatkan seluruh peserta yang hadir bagaimana cara melakukan self hypnosis tersebut. Dengan adanya self hypnosis ini diharapkan individu dapat selalu menjaga kesejahteraan psikologis dalam diri ketika nantinya dihadapkan dengan stressor saat menjalani aktivitas keseharian.

Untuk mendapatkan materi kuliah umum tersebut dapat diunduh pada:

https://drive.google.com/file/d/13hdVQyp3Ho2w9NeinvqmlCzpi8GYJv8S/view?usp=sharing


Pelaksanaan Seminar “Friend With Benefit: Mengintip Pola Hubungan Intim Remaja Saat ini” sebagai pembuka dan rangkaian kegiatan Pekan Ilmiah Psikologi tahun 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2018 pukul 09.00-12.00 WIB. Dalam seminar ini melibatkan para narasumber baik dosen internal, alumni program studi psikologi Universitas Paramadina serta narasumber eskternal yaitu Dwita Priyanti, M.Psi, Psikolog, dr. Tengku Yenni Febrina, Abigail Naomi, S.Psi dan moderator oleh Ghassani Preira, S.Psi.

Dalam kegiatan seminar tersebut, narasumber pertama Abigail Naomi, S.Psi memaparkan fenomena Friend With Benefit (FWB) mendasarkan pada hasil penelitian skripsi yang sudah diselesaikan pada tahun lalu. Dalam paparannya, Abigail Naomi, S.Psi memaparkan bagaimana fenomena FWB mulai mempengaruhi gaya perilaku seksual remaja yang kemudian diperkuat dengan dinamika yang dialami oleh responden penelitiannya. Dalam paparannya juga, Abigail melihat lebih jauh faktor penyebab atau latar belakang yang diindikasikan memperkuat perilaku FWB serta pengalaman yang dialami oleh responden terkait perilaku seks FWB tersebut. Sebagai penutup, Abigail memberikan gambaran terkait dengan efek negatif yang dialami oleh responden akibat perilaku seksual FWB yang sudah dijalani oleh responden.

Narasumber kedua, Dwita Priyanti, M.Psi, Psikolog memberikan paparan yang lebih mendalam terkait dengan konsep dan batasan yang disebut dengan perilaku seksual dan FWB. Penekanan pada perilaku seksual dengan pasangannya yang sudah dikenal sebagai teman atau sahabat menjadikan FWB berbeda dengan perilaku seksual lainnya seperti one night stand, Booty Calls maupun jenis perilaku seksual lainnya. Dwita Priyanti, M.Psi, Psikolog juga memberikan analisis terkait dengan faktor yang sangat mungkin mempengaruhi remaja sehingga mudah untuk terjerumus dalam perilaku seksual yang dianggap melanggar norma dan sangat rentan dengan ancaman penyakit seksual. Selain itu, pembahasan mengenai efek yang dapat ditimbulkan dari fenomena FWB ini serta bentuk-bentuk prevensi maupun kuratif yang bisa dilakukan dalam menghadapi fenomena perilaku seksual umumnya pada remaja serta perilaku seksual FWB pada khususnya dipaparkan lebih detail dalam presentasinya. Dalam paparan yang diberikan Dwita Priyanti, M.Psi, Psikolog juga diperkuat dengan hasil survey yang sudah dilakukan dengan melibatkan responden mencapai 2000 orang terkait dengan perilaku seksual secara umum dan perilaku seksual FWB pada khususnya.

Narasumber ketiga, dr. Tengku Yenni Febrina memaparkan beberapa kasus dari pasien yang pernah ditanganinya terkait dengan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan perilaku seksual yang salah. Dalam hal ini dr. Tengku Yenni Febrina banyak memaparkan bagaimana HIV sebagai salah satu efek buruk dari perilaku seksual yang salah tersebut. Selain penyakit HIV dr. Tengku Yenni Febrina juga memberikan gambaran penyakit seksual menular lainnya seperti sifilis, gonorrhoe dan bentuk penyakit lainnya yang mana untuk beberapa penyakit tertentu akan meninggalkan tanda maupun bekas yang tidak akan pernah hilang meskipun gejala sudah membaik. Paparan yang lebih mendalam terkait dengan HIV juga dijelaskan dengan lebih mendetail terkait dengan bagaimana penyebarannya dan apa yang dimaksud dengan HIV, bagaimana melakukan deteksi terhadap penyakit HIV tersebut, penyakit apa saja yang dapat muncul akibat HIV tersebut. Menjadi catatan penting dalam paparan dr. Tengku Yenni Febrina adalah orang yang sudah terjangkit virus HIV akan menjalani perawatan seumur hidupnya dengan selalu minum obat Anti Retroviral Therapy. Sekali individu terkena virus ini maka seumur hidupnya akan membawa virus tersebut. Pengobatan yang diberikan lebih kepada upaya meningkatkan imun dalam tubuh agar tidak mudah terjangkit penyakit lainnya yang dapat mengarah pada komplikasi dan kematian.

Bahan presentasi para narasumber dapat di download melalui link berikut:

https://drive.google.com/file/d/1NozsH4CjwUG04qRrYy_DdB8JoUzPnk9O/view?usp=sharing

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam pekan ilmiah psikologi yang dilaksanakan oleh program studi psikologi dengan mendasarkan pada hasil penelitian yang didapatkan terkait dengan pola hubungan intim remaja yang sudah mengarah pada bentuk seks bebas. Dalam hal ini kajian mengenai Friend With Benefit menjadi tema utama dalam seminar. Konsep dari Friend With Benefit merupakan bentuk hubungan seksual antara dua individu yang pada dasarnya membangun hubungan relasi hanya dalam ranah pertemanan. Hubungan seksual yang dilakukan antara dua individu ini mengedepankan pada “kenikmatan seks” saja tanpa ada komitmen, emosional maupun perasaan di dalamnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa program studi psikologi menunjukkan bahwa pola hubungan intim remaja mengarah pada bentuk perilaku seks bebas di kalangan remaja khususnya pada mahasiswa cukup memprihatinkan. Keberadaan pola perilaku tersebut pada dasarnya akan memberikan dampak yang buruk baik secara psikologis serta kesehatan.

Mendasarkan pada permasalahan tersebut, seminar “Friend With Benefit: Mengintip Pola Hubungan Intim Remaja Saat Ini” diarahkan sebagai salah satu bentuk penyuluhan yang bersifat preventif bagi para remaja maupun mahasiswa. Dalam hal ini para peserta dalam seminar akan diberikan penguatan pemahaman akan ancaman bahaya atas perilaku seks bebas dalam hubungan intim tersebut. Dalam sudut pandang psikologi sendiri nantinya akan mengangkat situasi kekosongan psikologis serta ancaman penyakit HIV AIDS sebagai efek dari perilaku seksual yang tidak seharusnya. Dengan diadakannya seminar ini nantinya dapat memberikan beberapa manfaat yang diantaranya adalah menguatkan kesadaran masyarakat umum atas fenomena perilaku seks bebas dalam frame friend with benefit, ancaman yang menyertai dari perilaku seks bebas tersebut serta solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi fenomena tersebut.


Program studi Psikologi Paramadina mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir pada Seminar “Friend With Benefit: Mengintip Pola Hubungan Intim Remaja Saat Ini” yang akan diselenggarakan pada:

Kamis, 6 Desember 2018
Pukul 09.00-12.00 WIB

Tempat :

Auditorium Nurchollis Madjid
Jl. Gatot Subroto Kav. 97, Mampang Prapatan, Jakarta


Konfirmasi kehadiran & Info:

Email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Telepon: 021-79181188 ext.225
WA: 0852 2035 7108


Kegiatan kuliah umum ini mengarahkan pada dua tujuan utama yaitu penguatan kompetensi mahasiswa serta mengenalkan hypnotherapy kepada masyarakat awam sebagai salah satu metode yang digunakan dalam keilmuan psikologi. Keberadaan kuliah umum yang mengarahkan pada keberadaan self hipnosis sebagai salah satu intervensi yang bisa saja dilakukan oleh individu dalam mengurangi stres dalam keseharian. Keberadaan hipnosis sebagai salah satu alternatif dalam kajian psikologi mulai dikenalkan dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan tidak hanya menekankan pada sisi praktis. Kegiatan kuliah umum ini nantinya masuk ke dalam rangkaian kegiatan pekan ilmiah yang upayanya untuk menarik minat para mahasiswa maupun masyarakat awam dalam mempelajari lebih lanjut terkait dengan self hypnosis. Kegiatan kuliah umum nantinya akan mengundang psikolog yang memiliki keahlian dalam penggunaan hypnotherapy sebagai salah satu metode yang digunakan dalam upayanya mengatasi permasalahan psikologis dari klien khususnya terkait stres.

Program studi Psikologi Paramadina mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir pada Kuliah Umum “Self Hypnosis for Mental Health” yang akan diselenggarakan pada:

Sabtu, 8 Desember 2018
Pukul 13.00-15.00 WIB

Tempat :

Auditorium Nurchollis Madjid
Jl. Gatot Subroto Kav. 97, Mampang Prapatan, Jakarta

Konfirmasi kehadiran & Info:

Email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Telepon: 021-79181188 ext.225
WA: 0852 2035 7108

Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi mengundang para dosen, peneliti maupun praktisi untuk mengirimkan artikel yang akan dipublikasikan dalam edisi Juli 2019 volume 10 nomer 1.  Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Paramadina yang bekerjasama dengan Program Studi Psikologi. Inquiry terbit setahun 2 kali pada bulan Juli dan Desember. Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi publikasi cetak pertama kali pada tahun 2008 dengan nomer ISSN: 1979-7273 (cetak). Jurnal Inquiry mengalami tranformasi dari terbitan cetak menjadi online dimulai sejak tahun 2016 dengan nomer ISSN: 2540-9255 (online). Inquiry saat ini telah terindeks dengan Indonesian Publication Index, Sinta, Google Scholar, Neliti.com, ISJD dan Onesearch.id.

Silahkan submit artikel anda pada: http://journal.paramadina.ac.id/index.php/inquiry

Subcategories

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed