Kuliah Umum Psychological First Aid: Sistem Manajemen Kebencanaan & Peran Psikologi dalam Penanganan Bencana

Meningkatnya jumlah bencana yang terjadi di Indonesia dalam dua tahun terakhir menilik pada data BNPB. Tercatat tahun 2018 terjadi 2576 bencana sepanjang tahun yang sebagian besar disumbangkan oleh bencana alam yakni sebesar 2573 kejadian. Tahun 2019 yang baru memasuki bulan ke – 4 sudah terjadi 1187 kejadian bencana dengan  1168 berasal dari bencana alam (http://dibi.bnpb.go.id, 2019).  Dengan data-data tersebut maka disimpulkan bahwa terjadi peningkatan potensi dan ancaman bencana yang terjadi di Indonesia di tahun 2019. Perubahan iklim, cuaca, dan kondisi lingkungan fisik serta sosial diduga memberikan peranan rentannya kemunculan bencana di Indonesia.

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa - Nusa Tenggara, Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986).

Bencana yang diartikan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa  bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi berbagai dampak yang terjadi akibat bencana, maka pemerintah sudah melakukan beberapa langkah yang diarahkan pada program penanggulangan bencana, seperti membentuk badan khusus yang bertugas menanggulangi bencana yakni BNPB dan pusat krisis di Departemen Kesehatan. Penanggulangan bencana tentu saja tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan juga membutuhkan peran serta keterlibatan seluruh aspek masyarakat di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat saat terjadi kejadian bencana banyak sekali organisasi-organisasi non pemerintahan, universitas, komunitas maupun perusahaan swasta, maupun masyarakat umum yang mencoba mengambil bagian  saat terjadinya bencana seperti program relawan.

Dampak yang ditmbulkan dari kejadian bencana tentu  saja tidak hanya berupa aspek fisik seperti kehilangan harta, rumah, fasilitas umum, dan lain-lain. Dampak psikologis juga menjadi salah satu dampak yang menjadi perhatian dalam kondisi paska bencana seperti banyaknya korban selamat yang seringkali mengalami trauma. Prodi Psikologi Universitas Paramadina sebagai lembaga pendidikan tinggi psikologi yang menjadikan materi  Manajemen Stres sebagai Mata kuliah bagi mahasiswai Psikologi yang tidak hanya sebatas agar mahasiswa memahami konsep teoritis dari berbagai metode intervensi psikologi untuk mengelola stres melainkan juga diharapkan agara mahasiswa menguasai teknik pengelolaan yang ada dan diharapkan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehrai-hari bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya. Dalam topik kebencanaan ini, bentuk intervensi manajemen stres yang dapat diterapkan yakni metode Psychological First-Aid. Suatu metode psikologis yang kerap diterapkan kepada para korban bencana atau yang dikenal dengan istilah Penyintas.

Program studi psikologi dalam hal ini menyelenggarakan kuliah umum "Sistem Manajemen Kebencanaan & Peran Psikologi dalam Penanganan Bencana" dengan narasumber alumni program studi psikologi Universitas Paramadina yaitu Adithya Raja Manggala, M.Psi.T yang saat ini bekerja pada Unit Pusat Krisis Kementerian Kesehatan. Dengan kegiatan kuliah umum ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, wawasan, dan menumbuhkan kesadaran pada mahasiswa/i Psikologi Paramadina untuk memahami peran yang bisa dilakukan ketika terjadi suatu kondisi bencana dan secara khusus terkait dengan konsep teori Psychological First-Aid serta penerapannya.

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed