Kuliah Umum Mengembangkan Kesejahteraan Psikologis Siswa dengan Tuna Rungu melalui Pendidikan Inklusif

Kesejahteraan psikologis merupakan suatu konstruk multifaset (Kahneman & Krueger, 2006; dalam Mpofu, Sefotho, dan Maree; 2017). Mpofu, Sefotho, dan Maree (2017) merangkum bahwa terdapat lima aspek utama dalam kesejahteraan psikologi yaitu kemandirian dan pilihan (autonomy and choice), tujuan hidup, hubungan yang baik dengan orang lain, pertumbuhan diri, dan penerimaan diri. Individu yang sejahtera psikologis dapat menghadapi kesulitan dengan lebih baik, dan berpotensi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai, memiliki kesehatan yang lebih baik, dapat menjalin relasi yang sehat dengan orang lain, dan lebih sehat secara psikologis.

Hasil studi eksploratoris di Zimbabwe menunjukkan remaja dengan disabilitas fisik yang tinggal dalam komunitas inklusif menunjukkan hasil yang baik pada aspek-aspek dari kesejahteraan psikologis yaitu: kemandirian dan pilihan (autonomy and choice), tujuan hidup, hubungan yang baik dengan orang lain, pertumbuhan diri yang baik, dan penerimaan diri (Mpofu, Sefotho, dan Maree; 2017).  Studi ini menunjukkan bahwa situasi yang bersifat inklusif mendukung kesejahteraan psikologis individu berkebutuhan khusus.

Salah satu situasi inklusif yang dapat diakses oleh individu berkebutuhan khusus adalah sekolah inklusif. Sekolah inklusif merupakan suatu bentuk sistem pendidikan yang mengakomodasi kebutuhan  dari siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah umum, yang mayoritas siswanya adalah siswa reguler. Hasil dari studi yang dilakukan oleh Gaydarov (2014) dalam bentuk meta-analisis dan analisis konten dapat disimpulkan bahwa lingkungan sosial yang mendukung, penting bagi pengembangan pribadi siswa berkebutuhan khusus harus dibuat dan pendidikan inklusif merupakan salah satu bentuk dari lingkungan sosial tersebut.

Salah satu kelompok siswa berkebutuhan khusus adalah siswa dengan tunarungu. Siswa dengan tunarungu merupakan siswa dengan gangguan pendengaran yang sedemikian rupa sehingga menghambat mereka untuk mengikuti pendidikan di sekolah dan membutuhkan metode pengajaran dan pendidikan tertentu agar kemampuan mereka dapat dikembangkan secara optimal. Gangguan pendengaran yang dialami oleh siswa dengan tunarungu pun kemudian mengalami hambatan dalam berkomunikasi yang berdampak pula pada interaksi sosial mereka. Dengan semakin banyaknya sekolah yang menyebut diri sebagai sekolah inklusif, maka perlu untuk dibuat pemahaman bagaimana mempersiapkan suatu pendidikan inklusif yang dapat mendorong dan memperkuat kesejahteraan psikologis siswa, khususnya pada siswa dengan tunarungu.

Melihat fenomena tersebut maka program studi psikologi Universitas Paramadina melaksanakan kuliah umum yang telah diselenggarakan pada hari Kamis, 9 Mei 2019 dengan narasumber utama yaitu ibu Eka Kurnai Hikmat, M.Spec.Ed yang merupakan seorang Program Manager pada Yayasan Rumah Siput Indonesia, Hearing (Re)habilitation and Training Center. Kuliah umum ini diawali dengan membangun empati para peserta dengan menanyakan apa yang bisa dilakukan agar bila ada peserta dengan tuna rungu/tuli mereka bisa mengikuti kuliah umum ini. Akhirnya tercetus ide dari peserta bahwa mereka bisa mengikut kuliah umum melalui tulisan. Dengan demikian, dalam kuliah umum ini, ada relawan untuk membuat transkrip dari apa yang disampaikan oleh pembicara.

Paparan yang disampaikan dalam kuliah umum ini antara lain adalah:

  1. Cara identifikasi kemampuan pendengaran siswa
  2. Bagaimana menyebut siswa tuli/tuna rungu? Tuna rungu atau tuli? Ini akan tergantung pada keinginan masing-masing pribadi, dan kita menyesuaikan dengan keinginan individu
  3. Bagaimana cara mengidentifikasi siswa tuli/tuna rungu
  4. Bagaimana Program Pendidikan bagi siswa tuli/tuna rungu
  5. Bagaimana sebaiknya pendidikan yang inklusif bagi siswa tuli/tuna tungu

 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed