Puasa dan Pengendalian Diri

Oleh: Fuad Mahbub Siraj

Salah satu ibadah yang diwajibkan oleh Allah dalam Alquran adalah ibadah puasa. Artinya, ibadah puasa adalah ajaran Alquran dan bukan hasil ijtihad manusia. Jika hasil ijtihad manusia, maka ibadah ini boleh diikuti dan boleh tidak. Namun, karena puasa adalah ajaran Alquran, maka jika kita tidak berpuasa, kita telah melanggar ajaran yang disampaikan oleh Alquran dan hukumnya adalah dosa.

Ibadah puasa diberikan Allah untuk manusia karena tidak ada satu pun manusia yang bisa menjamin dirinya terbebas dari dosa. Oleh karena itu, Allah memberikan ibadah puasa selama satu bulan penuh sebagai latihan dan penghapusan dosa-dosa manusia.

Puasa berarti menahan dan inti puasa itu terletak pada menahan atau terletak pada pengendalian dan yang dikendalikan bukan saja yang haram, melainkan juga yang halal. Dalam bulan puasa kita dilarang untuk makan, minum dan bergaul suami-istri di siang Ramadan. Karena itu semua adalah kebutuhan pokok dan jika kebutuhan pokok sudah mampu untuk ditahan, maka kebutuhan yang lain pasti akan bisa untuk ditahan.

Kenapa Allah menyuruh manusia untuk belajar menahan? Karena menahan inilah yang paling sulit bagi manusia. Contohnya dapat kita lihat pada Nabi Adam. Pada masa itu, Allah mengizinkannya untuk mengambil semuanya, kecuali satu, yaitu buah khuldi. Bisa disebut bahwa 99 persen Allah memberikan semua untuk Nabi Adam dan hanya 1 persen saja yang dilarang. Namun, Nabi Adam tidak bisa menahannya karena bujukan setan.

Nabi Muhammad juga mengatakan bahwa manusia jika diberikan dua buah gunung dari emas, maka manusia akan mencari gunung emas yang ketiga karena manusia tidak bisa menahan dirinya.

Salah satu istilah penyebutan manusia adalah al-insan, yang berarti terlupa dan tersalah. Malaikat disebut sebagai malaikat karena malaikat selalu patuh kepada Allah dan setan disebut sebagai setan karena selalu ingkar kepada Allah. Manusia disebut sebagai manusia karena manusia memliki sifat lupa dan salah yang akan membuat manusia bisa menjadi seperti malaikat dan seperti setan.

Malaikat patuh sudah biasa, karena memang sifatnya demikian. Namun, manusia yang patuh melebihi malaikat karena sifat ingkarnya hilang karena kepatuhannya. Manusia yang jahat pun bisa lebih setan daripada setan, karena setan yang patuh sudah biasa karena memang sifatnya demikian.

Seekor harimau jika dimasukkan ke dalam kandang kambing, maka kambing yang habis hanya sekenyang perutnya saja, sedangkan manusia jika dimasukkan ke dalam kandang kambing, maka dengan kandang-kandangnya pun akan habis. Demikianlah sifat manusia yang sulit untuk menahan dirinya.

Puasa melatih manusia untuk mengendalikan dirinya karena salah satu kunci puasa adalah kejujuran. Puasa adalah ibadah yang sangat personal dan hanya diri kita dan Allah yang tahu apakah kita masih puasa atau tidak. Untuk itu, puasa akan melatih kita untuk membentuk mentalitas yang berakhlak.

Manusia diciptakan atas dua unsur, jasmani dan rohani. Jasmani manusia dari tanah dan tanah bersifat materi, maka kebutuhan jasmani manusia juga bersifat materi. Prinsip dalam Islam menyebutkan bahwa Allah bersifat suci maka yang bisa dekat dengan Allah juga yang suci dan Allah bersifat inmateriel, maka yang bisa dekat dengan Allah juga yang inmateriel.

Kebutuhan rohani manusia adalah yang suci dan yang inmateriel. Dengan itu, manusia akan selalu bersih rohaninya. Untuk itu, pada hakikatnya setiap ibadah adalah untuk membersihkan rohani manusia dan mendekatkan diri manusia kepada Allah SWT.

 

Penulis adalah pengajar di Universitas Paramadina Jakarta.

sumber:

http://www.beritasatu.com/ramadan/492751-puasa-dan-pengendalian-diri.html 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed