Postgraduate Course on Social and Ecological Market Economy

Fase turbulensi dialami oleh negara maju maupun berkembang, akibat dari fundamental ekonomi yang kurang kuat terutama pada negara berkembang untuk menopang perekonomian negara tersebut yang mengacu pada ekonomi pasar. Banyak contoh negara-negara yang mengalami kebangkrutan akibat eksploitasi, politisasi sumber daya, kerakusan penguasa dan ketidakadilan yang melanda negara negara berkembang.

Banyak negara berkembang yang mengandalkan  sumber pembiayaannya (financial) pada pinjaman luar negeri. Secara tidak langsung negara maju mengarahkan negara berkembang terlibat dalam ekonomi liberal kapitalis yang berdampak buruk dalam jangka panjang bagi kehidupan masyarakat. 

Sistem ekonomi Indonesia sepertinya mengambil jalan tengah di antara dua kutub perekonomian yang ada pada saat itu yaitu liberal kapitalis dan sosialis, dimana Indonesia menganut ekonomi campuran atau disebut dengan ekonomi yang berlandaskan Pancasila. Akan tetapi teknokrat ekonomi Indonesia banyak berkiblat pada ekonomi liberal kapitalis yang bersumber pada kekuatan pasar dan persaingan dalam pembangunan negara.

Atas dasar itulah diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif di dalam menyikapi bentuk ekonomi yang sedang diperdebatkan saat ini yaitu ekonomi pasar sosial. Bentuk penyebarluasan pemahaman tersebut tertuju pada agent of change atau agent of development supaya ketidaktahuan dapat tereliminasi  melalui pelatihan lanjutan tentang ekonomi pasar sosial pada sasaran pelatihan yang tepat.  

Untuk itulah Universitas Paramadina bekerjasama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Workshop Pelatihan dasar Ekonomi Pasar Sosial dengan Diskusi dan studi yang bertajuk “Postgraduate Course on Social and Ecological Market Economy”.

Program ini dirancang atas dasar kebutuhan tentang pemahaman Ekonomi Pasar Sosial yang lebih komprehensif dengan mengambil sasaran para dosen ekonomi dan sosial politik, pemerintahan, organisasi/institusi dan LSM.  Dengan metode pelatihan seperti ini diharapkan para peserta dapat menjadi Agent of Change dan menyebarluaskannya pada institusi masing masing di daerah.

Workshop yang diikuti 21 peserta ini sudah berlangsung sejak tahun 2011. Manado merupakan kota ke-6 sebagai tempat pelaksanaan acara. Sebelumnya acara ini diselenggarakan di Tangerang, Bandung, Belitung, Parapat dan Bali. 

"Dengan melihat lokasi penyelenggaraan acara dari pertama kali diselenggarakan, keragaman asal peserta, saya berharap pemahaman konsep SEME dapat menyebar dengan tepat untuk perkembangan ekonomi Indonesia" ungkap DR. Ayu Dwi Nindyati, M.Si Psikolog dalam sambutan pembukaannya. "Saya berharap kerjasama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) akan tetap terjalin dengan baik dan berkembang dengan program-program lainnya" tambahnya. 

Acara berlangsung mulai tanggal  23-27 Juli 2017 di Hotel Novotel, Manado.  Hadir memberikan sambutan pada pembukaan Dr. Jan Senkyr, Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan DR. Ayu Dwi Nindyati, M.Si Psikolog (Paramadina University).

Pembicara hari ke-1 (24/7) sesi 1 Prof. Marcus Marktanner: The Social and Ecological Market Economy from a Historical and Comparative Perspective. 

Moderator: Emil Radhiansyah, M.Si (Paramadina University- Jakarta)

Pembicara hari ke-1 (24/7) sesi 2: Prof. Dr. Djisman Simanjuntak (Economics Department, CSIS) : The Social and Ecological Market Economy: A Model for Indonesian Development

Moderator: Dr. Tatok Djoko Sudiarto, (Paramadina University- Jakarta)

Pembicara hari ke-2 (25/7) sesi 1: Prof. Marcus Marktanner: The Role of the State in the Social and Ecological Market Economy

Moderator: Dr. Tatok Djoko Sudiarto, (Paramadina University- Jakarta)

Pembicara hari ke-2 (25/7) sesi 2: Emil Elestianto Dardak, Ph.D (Bupati Trenggalek, Central Java)* Head of Local Government: How to create an Economic Policy in the Social Market Economy- 

Moderator: Emil Radhiansyah, M.Si (Paramadina University- Jakarta)

Pembicara hari ke-3 (26/7) sesi 1: Prof. Firmanzah, Ph.D (Rector of Paramadina University): SEME Opportunities for Indonesian Political Economy Decision

Moderator: Dr. Tatok Djoko Sudiarto, (Paramadina University- Jakarta)

Pembicara hari ke-3 (26/7) sesi 2: Prof. Marcus Marktanner: How Equitable Social Development Increases Market Freedom and Efficiency

Moderator: Dr. Tatok Djoko Sudiarto, (Paramadina University- Jakarta)

Pembicara hari ke-3 (26/7) sesi 3: Mr. Wijayanto Samirin, MPP (Special Staff for Vice President Republic of Indonesia on Economic and Finance): Indonesia’s National Strategy for Economic Development  

Moderator: Emil Radhiansyah, M.Si (Paramadina University- Jakarta)

 

 

 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed