Dapur Berbagi, Inisiasi Ketahanan Pangan Masyarakat Ires di Masa Pandemi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemuda menginspirasi, hal itulah yang bisa dilihat melalui program Dapur Berbagi yang diinisiasi oleh pemuda yang tergabung dalam Ires (Indonesia Resilence). Ires merupakan lembaga penelitian yang didirikan oleh sekumpulan anak muda yang berfokus pada pengembangan studi tentang ketahanan kebencanaan berbasis aktivisme dengan pendekatan pemberdayaan partisipasi masyarakat yang diinkubasi oleh Gerakan TurunTangan.

Memberdayakan pemuda dari Karang Taruna setempat, mereka bekerja sama menciptakan dapur umum yang dinamakan Dapur Berbagi. Program ini sudah dimulai sejak 1 Mei 2020. Dapur Berbagi akan terus berjalan  selama 30 hari ke depan di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Ires memilih lokasi di Petamburan karena dalam keberlangsungan program diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat, dan Petamburan punya semangat kolektif. Selain itu Petamburan juga memiliki kepadatan penduduk yang juga rapat. Harapannya petamburan jadi role model kampung kota yang tanggap dan memiliki ketahanan pada saat  bencana," kata Hari Akbar Priawan, salah satu penggerak dalam program Dapur Berbagi.

Dapur umum setiap harinya dilaksanakan di RW yang berbeda. Karang Taruna adalah pihak yang membagikan hasil masakan dari Dapur Berbagi setiap jam 3 sore untuk berbuka puasa dan jam 3 pagi untuk kebutuhan sahur.  Penerima manfaat program Dapur Berbagi ialah masyarakat Petamburan dengan kategori kelompok rentan yang terdampak covid-19 seperti buruh PHK, tukang urut, pedagang, Ojek online dan lain-lain

Dalam sistematikanya, Karang Taruna sebagai komunikator kepada PKK atau Masyarakat yang ingin membantu memasak. Selanjutnya Karang Taruna berkoordinasi dengan RT/RW untuk pendataan penerima manfaat. Semua kegiatan Dapur Berbagi ini dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Dalam hal ini Ires adalah mitra strategis sekaligus inisiator yang didukung Gerakan TurunTangan serta donasi dari kitabisa.com. "Memang kolaborasi buncit seperti inilah yang harus dilakukan dalam situasi sulit atau bencana. Ires siap membantu sebagai fasilitator dalam sistematika yang berlangsung," kata Hari, yang kini masih aktif berkuliah di Universitas Paramadina.

 

sumber:

https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/229067-dapur-berbagi-inisiasi-ketahanan-pangan-masyarakat-ires-di-masa-pandemi 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed